Kapolsek Bunuh Diri, Mekanisme Internal Polisi Tak Jalan

Dadan Muhammad Ramdan, Jurnalis
Senin 20 April 2009 08:39 WIB
Share :

JAKARTA - Kepala Kepolisian Sektor Padang Utara AKP Radjam, mengakhiri hidupnya secara tragis dengan bunuh diri pada Sabtu, lalu. Peristiwa bunuh diri ini terjadi di rumah Asril di daerah Jondul, Tabing, sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Padang.

Kriminolog Universitas Indonesia Iqrak Sulhin mengomentari insiden ini sebagai pelajaran berharga bagi lembaga kepolisian untuk membenahi sistem internalnya.

"Selain aspek psikologis, aksi bunuh diri yang dilakukan Kapolsek  Padang Utara juga karena mekanisme internal di kepolisian yang tidak jalan," ujarnya saat dihubungi okezone, Senin (20/4/2009).

Menurutnya, tugas anggota kepolisian yang berat, banyaknya  tekanan dan masalahnya kompleks, membutuhkan mekanisme penyelesaian bagi para personilnya. "Saya kira pekerjaan polisi saat pemilu ini semakin berat dalam mengantisipasi berbagai gejolak yang timbul di masyarakat," imbuhnya.

Mekanisme penyelesainaya ini, kata Iqrak, dibutuhkan untuk menghindari terjadi kebuntuan sosial yang mengakibatkan seseorang mengambil langkah pintas dengan jalan bunuh diri agar masalahnya cepat selesai.  

Dia menambahkan, kasus bunuh diri tersebut dalam konteks kriminologi sosial dikarenakan tersumbatnya hubungan komunikasi sosial dengan pihak luar yang berakibat pada menurunnya kemampuan bersosialisasi. "Kalau relasi sosialnya berjalan seperti dengan pertemanan dan keluarga, bunuh diri tidak akan menjadi solusi," tandasnya.

Hingga kini belum diperoleh keterangan penyebab kejadian tersebut.Kematian Kapolsek Padang Utara sangat mengejutkan. Padahal, siang hari sebelum peristiwa nahas itu, Asril masih sempat memberikan keterangan pers tentang kasus curanmor.

(Dadan Muhammad Ramdan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya