Toluko Bentengnya Putri Portugis (3)

Rival Fahmi, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2009 08:26 WIB
Benteng Toluko relatif masih terawat dengan baik
Share :

TERNATE- Dari Seluruh benteng yang ada di Ternate, Maluku Utara, jika bisa dibilang paling megah dan masih terawat dengan baik hingga kini yakni Toloko atau benteng Tolucco. Benteng yang dibangun tahun 1512 oleh Governor Jenderal Fransisco Serrao dari Portugis.

Dari luar, sekilas benteng ini terlihat kecil. Tapi sesungguhnya benteng ini memiliki keindahan yang menyimpan keangkeran dan kekuatan. Dari luar, terlihat seperti taman. Bunga-bunga yang ditata di sepanjang jalan masuk ke benteng tersebut cenderung memiliki makna cantik dibandingkan kegagahan.

Di samping gerbang masuk benteng, ada ruangan kecil, tempat informasi benteng ditempelkan dan jangan berharap selalu ada guide yang mengantar untuk berkisah mengenai tempat itu.

Nah, melewati pintu masuk, pengunjung akan disuguhi kesan angker. Banyaknya lorong-lorong dan ruang bawah tanah plus tangga yang tidak dibatasi pembatas membuat suasana angker itu makin mengental.

Naik ke bagian atas benteng, sejumlah pemandangan cantik tersaji di depan mata. Kesan kejantanan baru terasa saat benteng ini yang jika dipandangi dari kejauhan terlihat seperti (maaf) alat kelamin laki-laki.

Selain itu Benteng Toluko yang terletak di utara pusat Kota Ternate, dulunya memang dijadikan tempat peristirahatan putri-putri Portugis dan penyimpanan logistik.

Lokasinya yang terletak di atas bukit di kelurahan Toloko, memang menjadikan tempat ini cukup strategis untuk memantau segala aktivitas musuh, dan untuk saat ini memang layak untuk jadi kawasan wisata sejarah.

Fort Oranje
Sementara itu, tepat di pusat kota Ternate, berdiri dengan kokohnya benteng Orange atau Fort Oranje yang dibangun tahun 1607 oleh gubernur jenderal Belanda, Matelief de Jong. Pernah menjadi pusat pemerintah VOC di bawah Gubernur Jenderal Jan Pieter Both, Herald Reyist, Laurens Real dan Jan Coum.

Istimewanya, benteng Oranje merupakan benteng Belanda pertama di Indonesia. Sayangnya, benteng tersebut kini dijadikan salah satu basis TNI dan Polri (asrama polisi). Bahkan, dijadikan rumah kontrakkan bagi beberapa warga sipil di beberapa sisinya.

Sehingga banyak benda, ruangan maupun bangunan-bangunan terbengkalai dan beralih fungsi. Meski demikian, pengunjung tetap diperkenalkan untuk melihat-lihat kemegahan benteng tersebut.

Saat ini Dinas Pariwisata Kota Ternate sedang berupaya agar pemukiman tersebut dipindahkan oleh jajaran pusat Polri dan TNI-AD agar Benteng Oranje menjadi cagar budaya serta pusat aktivitas seni dan budaya bagi warga Kota Ternate.

Pemugaran benteng ini sendiri pernah mendapat kecaman dari aktivitis pemerhati situs sejarah yang menganggap renovasi benteng tersebut dilakukan secara serampangan di mana benteng jadi kehilangan nilai-nilai historisnya.

Namun, sejumlah falitas pada benteng tersebut seperti meriam kuno dan ruangan-ruangan dalam benteng tersebut tetap terjaga dan masih terletak pada tempat semestinya.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya