Wiranto Minta Iklan Pilpres Satu Putaran Ditarik

Maria Ulfa Eleven Safa, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2009 02:03 WIB
Share :

JAKARTA - Beredarnya iklan Pemilu Presiden  2009 akan berlangsung hanya satu putaran di berbagai media massa diminta untuk ditarik dari peredarannya.

"Harus ada upaya-upaya dari Panwaslu untuk segera menarik semua iklan seperti itu dari peredaran, karena kalau diijinkan maka kita justru akan membiarkan sesuatu yang tidak legal tersebar di mana-mana," kata Calon Wakil Presiden dari Partai Golkar-Partai Hanura, Wiranto usai mendampingi Jusuf Kalla di acara Debat Capres Final di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (2/7/2009) malam.

Menurut Mantan Panglima ABRI itu, peredaran iklan Pilpres 2009 akan berlangsung satu putaran merupakan kesalahan. "Di negeri ini tidak boleh ada barang ilegal beredar," tegasnya.

Sebelumnya, Calon Presiden dari Partai Golkar-Partai Hanura, Jusuf Kalla menilai iklan-iklan Pilpres 2009 akan berlangsung satu putaran merupakan iklan ilegal.

"Mohon maaf Pak SBY, saya mengkritik iklan bapak soal pelaksanaan Pilpres satu putaran. Itu iklan bapak menyesatkan karena demokrasi orientasinya uang," kata Jusuf Kalla dalam pemaparan visi dan misi capres soal "NKRI, Demokrasi dan Otonomi Daerah".

Kalla menyebutkan, alasan pilpres satu putaran untuk menghemat keuangan negara sebesar Rp4 triliun sangat menyesatkan. Karena, dalam demokrasi yang ditonjolkan yakni ketokohan dan partisipasi rakyat.

JK juga kembali menyidir iklan SBY tersebut dengan mengatakan, "Saya khawatir pada 2014 nanti ada lagi iklan lanjutkan pemerintahan tanpa Pemilu karena akan menghemat anggaran negara Rp25 triliun," sindir JK.

Mendapat serangan dari partnernya di pemerintahan, SBY merespons dengan senyum namun agak sedikit kecut. Badan Presiden SBY yang tadinya lurus ke depan pun langsung dihadapkan ke tubuh JK yang berada di samping kiri SBY.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya