KEDIRI - Pasangan suami istri (pasutri) dan satu orang balita tewas seketika dalam kecelakaan maut antara motor melawan truk pengangkut pupuk di Jalan Raya Kediri-Wates, Dusun Bondo, Wates, Kabupaten Kediri, Jumat (10/07/2009).
Kepala Ponidi (25) pecah begitu motor Astrea Prima yang dikendarainya menabrak truk AG 9940 P yang disopiri Nurhadi warga Desa Tawang, Wates. Sementara Ismi (24) dan Alfian (3), istri dan anak Ponidi dalam keadaan tak jauh beda. Tubuh ibu dan anak yang berdekapan diboncengan ini remuk tergencet bodi motor dan truk.
Orang tua dan anak warga Dusun Brumbung Desa Sumberagung, Wates ini tewas seketika di lokasi kejadian. Peristiwa ini berlangsung sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi. Saat ini, jenazah ketiga korban dilarikan ke RSU Bhayangkara untuk diautopsi.
Kepada petugas, Nurhadi sopir truk mengaku melihat korban dengan motornya melaju kencang dari arah berlawanan, dan tidak berusaha menghindari truk yang dikendarainya. Nurhadi yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan mengaku sudah berusaha menepikan truknya. Namun korban sepertinya sengaja menabrakkan motornya.
Informasi yang dihimpun, dari jarak sekitar 100 meter motor korban dalam kondisi zig zag. Sebelum tabrakan terjadi, Ismi sempat menarik baju suaminya (Ponidi) yang diduga meminta melambatkan motor. Namun motor itu justru melaju semakin kencang. Kabarnya, sebelum kecelakaan, pasutri ini terlibat cek cok. Ada dugaan, Ponidi sengaja bunuh diri menabrakkan motornya.
Kanit Laka Lantas Polres Kediri Iptu Amin tidak menampik kemungkinan tersebut. Sebab beberapa saksi dilapangan juga membenarkan jika motor korban dalam kondisi zig zag sebelum kecelakaan maut terjadi. "Terkait keterangan itu kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas sopir truk dianggap lalai," pungkasnya.
(TB Ardi Januar)