JAKARTA - PT Pindad yang didirikan pada tahun 1983 di bawah pembinaan TNI Angkatan Darat mulai mengekspor alat utama sistem senjata (Alutsista) sejak 10 tahun silam.
Sejak saat itu, PT Pindad baru dua kali mengekspor senjata, yakni ke Nigeria dan Mali, dua negara di Afrika Barat.
"Sebanyak 150 unit ke Nigeria dan 100 unit ke Mali," ungkap Humas PT Pindad Timbul Sitompul, Selasa (1/9/2009).
Selain itu, menurut Timbul, PT Pindad juga mengekspor amunisi ke negara-negara dia Asia.
Timbul juga telah menyatakan bahwa eskpor senjata ke Filipina adalah legal. Filipina memesan senjata jenis pistol P2 sebanyak sepuluh unit dan Pemerintah Mali memesan senjata laras panjang SS1-V2. Menurut dia, seluruh pemesanan dan pengiriman barang ke dua negara tersebut telah melalui persetujuan dan referensi dari negara pemesan.
Sebelumnya aparat Bea Cukai Filipina pada Kamis 20 Agustus 2009 menemukan sejumlah senjata dalam sebuah kapal berbendera Panama dengan nama MV Captain Ufuk di Pelabuhan Mariveles, Provinsi Bataan, utara Manila. Dalam penggeledahan itu, ditemukan 20 kotak senjata laras panjang bermerek Israel "Galil", pistol, dan amunisinya. Selain itu ditemukan pula senjata berjenis SS1-VI yang diduga buatan Pindad.
PT Pindad mengaku senjata bermerek "Galil" yang ditemukan di Filipina merupakan produksi mereka. Senjata tersebut semula direncanakan akan diekspor ke Mali. Namun, kapal pengangkut harus berhenti di Filipina karena harus menurunkan senjata laras pendek yang dipesan salah satu organisasi menembak di Filipina.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)