BANDUNG - Setelah lima hari terendam banjir, sebuah rumah milik Ali Unan (65) di Kampung Cieunteung RT 02/20, Baleendah, Kabupaten Bandung ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, lantaran Unan dan keluarganya saat itu baru saja pulang dari pengungsian.
Menurut Ali, rumah berukuran sekira 7X6 meter tersebut tiba-tiba ambruk, Senin kemarin sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu, dia dan tujuh anggota keluarganya baru saja pulang dari pengungsian dan bermaksud memasuki rumah. Saat itu, banjir di Cieunteung sudah surut.
"Memang, rumah saya sudah terlihat retak-retak sejak lama, karena sering terendam banjir. Pada saat bermaksud memasuki rumah, tiba-tiba saya mendengar suara bunyi retak dari rumah. Saya dan keluarga tidak jadi masuk. Benar saja, secara perlahan, rumah itu kemudian ambruk," kata Ali kepada wartawan, Selasa (24/11/2009).
Ali mengatakan, saat banjir melanda kampungnya sejak lima hari lalu, rumahnya paling parah terkena banjir. Bahkan, ketinggian air mencapai 2,5 meter hingga menutupi atap rumah. Kemungkinan, rumah tersebut ambruk lantaran terlalu lama terendam air.
"Saya sudah 18 tahun mendiami rumah tersebut. Dan hampir setiap tahun, rumah saya selalu terkena banjir parah," kata Ali.
Camat Baleendah Ruli Hadiana mengatakan, kemungkinan rumah tersebut ambruk karena terlalu lama terendam banjir. Untuk itu, Ruli mengimbau agar warga yang hendak mengecek rumahnya berhati-hati.
(TB Ardi Januar)