WASHINGTON - Diperkirakan dua warga Amerika Serikat (AS) terperangkap menyusul gempa yang mengguncang Haiti. Seorang di antaranya merupakan relawan kemanusiaan yang bertugas di Haiti.
Dua warga AS tersebut diketahui terperangkap dalam bangunan gereja saat gempa melanda. Bangunan gereja yang ditempati oleh kedua warga AS itu diketahui memang runtuh di beberapa bagian. Kepastian mengenai terperangkapnya dua warga AS ini diakui oleh Direktur Keuskupan Norwich yang mengurus gereja Haiti, Emily Smack.
Smack juga mengumumkan, jika stafnya yang dilaporkan terperangkap adalah Jillian Thorp dan Konsultan Manajeman dari Keuskupan Norwich Charles Dietsch. Jillian Thorp sendiri merupakan menantu dari mantan Kepala Informasi Angkatan Laut AS, Laksamana Frank Thorp. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (13/1/2010).
Saat dimintai keterangan, Laksamana Thorp menyebutkan jika menantunya terperangkap di dalam bangunan gereja sejak Selasa 12 Januari malam waktu setempat. Thorp sendiri mendapat kabar tersebut dari menantunya sendiri melalui saluran telepon selular. Lewat saluran telepon itu korban menyebutkan kakinya terluka parah akibat tertimpa reruntuhan gedung.
Meski menantunya kini dalam kondisi terperangkap, namun anak kandung Laksamana Thorp sendiri yang juga berada di Haiti dilaporkan selamat.
Sementara itu pihak Pasukan Perdamaian PBB dari Filipina yang bertugas di Haiti menyatakan, beberapa anggota Pasukan Perdamaian Filipina dilaporkan terperangkap akibat gempa. Mereka umumnya terperangkap di bawah bangunan markas PBB yang runtuh di Ibukota Haiti, Port Au Prince.
Menurut Juru Bicara Pasukan Perdamaian PBB dari Filipina, Elmer Cato mengutarakan sebagian pasukan yang berhasil selamat dari reruntuhan saat ini berusaha menyelamatkan rekan mereka yang terperangkap. Beberapa korban berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, sementara lainnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Sebelumnya sebagian besar staf PBB di Haiti dilaporkan tidak diketahui nasibnya, setelah diguncang gempa dashyat sebesar 7 skala richter. Markas PBB di Haiti sendiri memang dilaporkan rusak berat akibat gempa dahsyat itu. (faj)
(Rani Hardjanti)