SUKOHARJO - Puluhan elemen massa yang berasal dari Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KammiI), Front Pembela Islam, turun ke jalan memprotes pemotongan gaji Guru yang dilakukan Dinas Pendidikan Sukoharjo, Jawa Tengah kepada para Guru, setiap bulannya sebesar Rp 50 ribu.
Aksi demo ini dilatarbelakangi sikap seorang Guru SMP 01 Mojolaban,Sukoharjo, bernama Murdiyanto yang berani melawan Dinas Pendidikan, kendati Murdiyanto sendiri saat ini di non aktifkan serta proses pemecatannya sebagai PNS sedang diproses Dinas Pendidikan setempat.
Menurut koordinator aksi, Wahyu Sony mengatakan,cara pemotongan gaji guru setiap bulannya,terutama guru yang baru saja bersertifikasi tersebut adalah liar.
"Para guru ini setiap bulannya memang menerima gaji penuh,namun kemudian dipotong sebesar Rp 50 ribu. Sekarang kalikan saja, 1300 guru di potong Rp 50 ribu tiap bulannya,sudah berapa," tandas Wahyu Sony dari Kammi.
Lucunya,menurut Wahyu, Dinas Pendidikan berdalih,pemotongan tersebut untuk tali asih. Namun setelah ditelusuri, pemotongan gaji para guru ini ternyata dibelokan untuk mendanai Istri Bupati Sukoharjo,Bambang Riyanto yang akan maju dalam pencalonan bupati saat Pilkada mendatang.
Sementara itu, aparat Dalmas Polres Sukoharjo yang menjaga jalannya aksi ini membiarkan para pengunjuk rasa ini masuk ke dalam gedung DPRD dan menemui anggota DPRD. Bahkan Ketua DPRD Sukoharjo, Dwi Jatmiko didaulat ke hadapan massa untuk menolak potonga gaji guru yang diberlakukan Dinas Pendidikan setempat.
Setelah puas berorasi, puluhan massa melanjutkan aksinya menuju Kantor Dinas Pendidikan Sukoharjo untuk menyampaikan tuntutan penolakan yang sama.
(Fitra Iskandar)