JAKARTA - Polisi berhasil membekuk 14 anggota teroris di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Sejumlah pengamat menilai, kembali munculnya aktivitas teroris belakangan ini karena memanfaatkan celah isu panas Century.
"Mereka memanfaatkan situasi di mana konsentrasi aparat fokus pada Century. Contohnya kasus bom di JW Marrriot mereka memanfaatkan kondisi di mana seluruh konsentrasu terfokus kepada pemilu," kata pengamat intelijen Wawan Purwanti saat dikonfirmasi okezone, Minggu (7/3/2010.
Wawan menambahkan, teroris Aceh juga bukan isu bentukan pemerintah untuk mengalihkan kasus Century yang semakin panas. Teroris Aceh, lanjut Wawan, merupakan teroris yang sudah lama terbentuk dan kemungkinan terkait dengan jaringan teroris di Tanah Air.
Polri telah menetapkan 14 orang tersebut sebagai tersangka teroris. Keempatbelas orang tersebut berinisial YZ, SAS, ZN, NR, FA, HL, HB, MK, AK, DS, AF, AM, HD, BS. Sementara satu orang yang berhasil dilumpuhkan berinisial AB. Sehingga total tersangka yang berhasil dibekuk berjumlah 15 orang.
Dalam penggerebekan di daerah Janto, Aceh Besar, aparat juga menyita 4 pucuk senjata api laras panjang, 24 magazin lengkap dengan peluru, 1 granat asap, dan berbagai atribut mirip perlengkapan militer. Seperti tenda peleton, seragam loreng, dan sejumlah dokumen.
Dari hasil penyelidikan sementara, para tersangka mendapatkan pelatihan militer dalam perencanaan persiapan aksi teror, seperti penggunaan senjata, dan baris berbaris. Bahkan beberapa di antara para tersangka ada yang pernah mendapat pelatihan militer di luar negeri.
(Ahmad Dani)