BOGOR - Karakter petarung yang melekat dalam diri almarhum Brigadir Pol Anumerta Boas Woasiri nampaknya tak perlu diragukan lagi. Siapa sangka, meski dalam kondisi sakit, dia tetap rela maju ke medan perang, demi menjalankan tugas negara untuk menjaga kemanan nasional dari aksi terorisme.
"Walau sedang sakit, dia (Boas) kalau ada panggilan tugas sangat berdedikasi tinggi," tutur Briptu Paustinus Johannis Hena, rekan sejawat sekaligus shabat karib Boas semasa hidup, saat ditemui usai melakukan penghormatan terakhir di pusara makam, Taman Makam Pemuliaan, Kompleks Pelatihan Multifungsi Polri, Kampung Kadupugur, Desa Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, Minggu (7/3/2010) sore.
Dia menuturkan, Boas merupakan sosok pria dewasa yang matang dalam berpikir. Setiap tindakan yang dikerjakannya pasti akan dia pertanggungjawabkan.
"Saya suka dipesan jangan suka mengeluh, kerjakan dulu (tugas), nanti baru mengkritik. Dia jadi inspirasi buat saya," katanya.
Jhon (sapaan akrab Paustinus Johannis Hena), pernah mengingatkan kepada Boas seminggu sebelum berangkat ke Aceh, agar tidak terlalu memforsir bekerja.
"Saya pernah bilang, kamu masih sakit bang, lebih baik istirahat. Tetapi, dia sederhana menjawab, masih ada tugas yang lebih penting," kenangnya sambil terisak.
Sekadar diketahui, Boas saat terjun ke Aceh dalam menjalankan tugas sedang tidak dalam kondisi kesehatan 100 persen fit. Boas tengah sakit dan seyogyanya beristirahat. "Dia sedang sakit, ada gangguan lambung dan pengapuran kantung kemih," imbuh Jhon.
Kendati dalam keadaan sakit, dedikasi Boas sebagai abdi negara patut diacungi jempol. Karena dia dengan gagah rela maju ke medan perang menghadapi para teroris bersama rekan-rekannya yang lain demi menjaga keamanan nasional serta menciptakan negara yang tertib dan kondusif.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)