DENPASAR - Selain diramaikan dengan arak-karakan Ogoh-ogoh, malam pengerupukan menjelang nyepi di Kota Denpasar, Bali, disemarakkan pesta kembang api dan petasan.
Pantauan okezone, tadi malam, Senin (15/3/2010), seluruh warga tumpah-ruah di jalan guna melihat dari dekat atraksi ratusan Ogoh-ogoh yang digelar di hampir semua penjuru Kota Denpasar.
Pawai Ogoh-ogoh yang digotong belasan hingga puluhan orang itu diiringi tabuhan musik tradisional yang dibawakan sekaa bleganjur. Suasana makin semarak oleh pesta kembang api dan letusan petasan yang menghiasi langit Kota Denpasar.
Pawai Ogoh-ogoh sendiri melumpuhkan aktivitas warga. Banyaknya ruas jalan yang diblokir dan dijaga aparat kepolisian dan pecalang. Akibatnya, arus lalu lintas macet total.
Di perempatan Jalan Ahmad Yani dan Gatot Subroto misalnya, kendaraan dari arah timur yang hendak ke barat dialihkan ke selatan lewat.
Demikian juga di pertigaan Jalan Kargo dan Jalan Cokroaminoto, terjadi kemacetan panjang karena pawai Ogoh-ogoh hampir menghabiskan seluruh badan jalan.
Praktis, kendaraan roda empat hanya bisa melaju lambat, sedang pengendara roda dua agak leluasa bergerak.
Sementara lapangan Puputan Badung, dibanjiri warga yang ingin melihat pawai Ogoh-ogoh. Akibatnya, lalu lintas di seputar kawasan tersebut lumpuh total .
Hingga tadi malam sekira pukul 22.00 WITA, masih terdapat arak-arakan Ogoh-ogoh yang dibawa pulang kembali ke banjar masing masing utuk dibakar.
Pesta kembang api dan petasan berlangsung hingga dinihari tadi. Bahkan di sekitar perumahan di Desa Sading, Kecamatan Mengisi, Kabupaten Badung, letusan petasan masih terdengar hingga pukul 02.00 WITA. (lam)
(Dede Suryana)