JAKARTA- Sosok SJ yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual kasus mafia pajak dengan tersangka Gayus H Tambunan merupakan mantan staf ahli Jenderal Bambang Hendarso Danuri, saat menjabat sebagai Kabareskrim.
Saat itu, SJ sering terlihat keluar masuk gedung Bareskrim Mabes Polri dengan menggunakan kartu tanda pengenal bertuliskan staf ahli Kabareskrim, yang digantungkan di leher.
“Di kartu tanda pengenal itu juga ada logo Polri, foto, dan nama dia (SJ),” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (11/4/2010).
Sebelum menjadi staf ahli Jenderal Bambang Hendarso Danuri, SJ juga diketahui sempat menjadi staf ahli mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman. Padahal SJ sendiri sempat dipecat dari jabatannya di Kementrian Luar Negeri karena memalsukan ijazahnya.
Nama SJ mulai menjadi buah bibir semenjak Susno diundang dalam rapat dengar pendapat oleh Komisi III DPR. Konon di dalam rapat tertutup, Susno menyebut SJ sebagai dalang kasus mafia pajak senilai Rp28 miliar yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri, jaksa, pengacara, pegawai Ditjen Pajak, serta beberapa pengusaha. Susno sendiri ketika dikonfirmasi membantah pernah menyebut nama SJ.
(Muhammad Saifullah )