BANDUNG - Meski mengaku masih belum menerima telegram rahasia (TR) dari Kapolri terkait mutasinya menjadi Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Timur Pradopo mengaku siap menjalankan tugas barunya itu.
Menurut Timur, semua tugas dan jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan. "Ini amanah dari Allah SWT, instansi, dan rakyat," kata Timur saat dihubungi okezone, Rabu (9/6/2010) pagi.
Terkait jabatan baru yang akan diembannya, Timur enggan berbicara lebih banyak. Termasuk saat ditanya berat tidaknya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. "Saya kira komentar saya cukup saja ya," kata Timur.
Namun, Timur mengaku cukup berkesan bertugas di Jawa Barat. Menurut dia, satu hal yang paling membanggakannya saat menjabat Kapolda Jabar adalah faktor keamanan yang kondusif selama melaksanakan pilkada.
"Dalam menggelar pilkada, Jawa Barat kondusif. Ini karena faktor kemitraan dengan masyarakat," kata Timur.
Lebih jauh Timur mengatakan, di Jawa Barat, program sejuta kawan menjadi sebuah prioritas. Menurutnya, tiada hari tanpa kawan baru.
"Satu hal yang membanggakan adalah membangun kemitraan dengan masyarakat. Melalui program tersebut, kejahatan bisa diminimalisir," tandas Timur.
Timur pun meminta doa kepada masyarakat Jabar terkait jabatan yang akan diembannya tersebut. "Ya mohon doanya saja," kata Timur.
Mabes Polri kembali melakukan mutasi di jajarannya sesuai telegram rahasia nomor STR/443/VI/2010 dan keputusan Kapolri nomor 355/VI/2010 tertanggal 8 juni 2010 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan.
Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) menduduki jabatan baru. Salah satunya adalah Dir II Ekonomi Bareskrim Brigjen Pol Raja Erizman.
Selain itu Irjen Pol Timur Pradopo akan mengisi jabatan Kapolda Metro Jaya yang kini dijabat Irjen Pol Wahyono. Wahyono dipromosikan menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri.
(Dede Suryana)