JAKARTA - Pengadaan vaksin meningitis oleh Departemen Kesehatan akhirnya diputuskan mengambil dari China dan Italia. Alasannya dua negara itu memproduksi vaksin meningitis yang tidak mengandung unsur babi.
"Kita milih yang halal. Meski harga agak berbeda," kata kepala pusat kesehatan haji Departemen Kesehatan, Wan Al Kadri usai memberikan pembekalan bagi petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
Dia menambahkan, karena sudah diputuskan untuk menggunakan vaksin yang halal, maka secara otomatis vaksin yang haram akan distop.
Wan menjelaskan, memang harga vaksin yang halal ini relatif lebih mahal dibanding vaksin sebelumnya dari Belgia. "Perbedaan itu dikarenakan spesifikasinya," jelas dia.
Vaksin ini selanjutnya akan diberikan kepada calon jamaah haji pada 30 September mendatang. Meski terbilang mepet, Depkes yakin hal itu bisa terlaksana dengan baik.
Sekadar diketahui, 12 Oktober para calon jamaah haji sudah mulai diberngkatkan. Alhasil, Depkes hanya punya 12 hari rentang waktu untuk penyuntikan vaksin tersebut kepada 211.000 calon jamaah.
"Kita optimistis sehabis lebaran sudah dimulai. Kita targetkan 100 persen pada 30 september," jelas Wan.
(Dede Suryana)