BANDUNG - Rapat koordinasi antara Pemprov Jabar, Badan Pengelola Sampah Regional (BPSR), Dinas Permukiman, dan Perumahan Jabar, serta Pemkab Bandung Barat (KBB) yang digelar maraton masih belum menghasilkan solusi untuk penanganan tumpukan sampah akibat diblokadenya jalan menuju TPA Sarimukti.
Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Cece Iskandar, mengaku hingga saat ini belum mendapatkan solusi tepat, walaupun telah menggelar rapat koordinasi.
Bahkan, Cece mulai merasa gelisah dengan tumpukan sampah yang kemarin kini sudah mencapai lebih dari 8.000 meter kubik (m3) dari seluruh TPS di Kota Bandung.
Pemblokadean TPA Sarimukti sendiri sudah memasuki hari keempat. ”Dari hasil rapat koordinasi yang kami lakukan, kami belum menemukan solusi yang tepat,” ungkap Cece, Jumat (17/12/2010).
Diakuinya, kekhawatiran saat ini lebih tertuju pada kondisi tumpukan sampah di seluruh TPS yang selama empat hari terakhir tidak bisa diangkut ke TPA Sarimukti.
Pasalnya, sisa bak sampah yang dimiliki PD Kebersihan hanya mampu menampung hingga dua hari ke depan. ”Akibat ditutupnya TPA Sarimukti, dari sekitar 240 bak sampah yang dimiliki PD Kebersihan, semuanya sudah nyaris penuh dan menyisakan beberapa bak sampah yang hanya masih mampu menampung sampah hingga dua hari ke depan,” katanya.
Cece memastikan, jika penutupan TPA Sarimukti masih berlangsung hingga 2–3 hari ke depan, warga akan mulai membuang sampah di jalanan karena TPS telah penuh.
(TB Ardi Januar)