SOLO - Informasi yang tidak benar dan tidak ada sinergi antara semua pihak dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. Apalagi latar belakang bangsa Indonesia memiliki keberagaman dan berbedaan baik suku maupun bahasa dan lain-lain.
Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring saat membuka Pekan Informasi Nasional (PIN) di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, Sabtu (21/5/2011).
Menurutnya, jika tidak bisa saling memahami menerima perbedaan dan belum bisa saling mendukung, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang gagal. Acara PIN ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Wali Kota Solo Joko widodo, pejabat dari Kementerian Pendidikan Nasional, perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), dan dari beberapa daerah di Indonesia, ribuan pelajar serta mahasiswa.
Tifatul menambahkan tahun 2014 mendatang berdasarkan perkiraan pengamat politik perolehan suara di Indonesia akan seimbang antara 10 hingga 15 persen dan tidak ada yang dominan seperti saat ini. Jika kondisi tersebut tidak diimbangi dengan sinergi yang dilakukan oleh semua pihak, maka ancaman terbesar adalah perpecahan bangsa.
Dalam PIN ketiga ini juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut. Menkominfo juga berharap peringatan kali ini menjadi tonggak untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara benar.
(Dadan Muhammad Ramdan)