JAKARTA- Kepala Stasiun Jatinegara menyegel tiga mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di lokasi stasiun. Ketiga mesin ATM tersebut adalah milik, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank DKI Jakarta, dan Bank Bank Negara Indonesia (BNI).
Menurut Kepala Stasiun Jatinegara Sumarna, alasan penutupan karena pihak penyewa lokasi ATM tak membayar uang sewa lokasi sejak 14 April lalu. Pihak bank diketahui menyewa lokasi melalui sebuah perusahaan perantara. “Kami sudah menanyakan kepada perusahaan yang menyewa lahan itu, ternyata tak ada jawaban, perusahaan itu diketahui menyewakan lahan lagi kepada pihak bank,” kata Sumarna di Jakarta, Senin (6/6/2011).
Saat ini, ketiga ATM tersebut masih disegel dengan menggunakan rantai. Para pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas tersebut merasa kecewa karena harus mencari ATM di luar Stasiun Jatinegara. Penumpang kereta api kecewa karena para penumpang perlu memanfaatkan ATM untuk kebutuhan uang tunai seperti membeli tiket, maupun keperluan selama perjalanan di atas kereta.
"Kita sebenarnya berat melakukan penutupan ini, karena ATM adalah bagian dari pelayanan public. Tapi mau tidak mau, karena sudah peraturan, maka kita harus tutup,” kata Sumarna.
Sumarna berjanji akan segera menyelesaikan persoalan tersebut. ‘Rencananya para pemilik ATM akan menyewa langsung ke stasiun, saat ini negosiasi tengah berjalan,” kata Sumarna.
(Stefanus Yugo Hindarto)