JAKARTA - Satuan tugas (Satgas) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) akan segera bekerja. Dalam waktu dekat mereka akan melakukan kunjungan ke empat negara. Yaitu Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan China.
"Saat ini Satgas sedang menyusun rencana kerja, diharapkan minggu depan selesai. Setelah itu kami akan ada rencana kunjungan ke Arab Saudi, Malaysia, China dan Singapura. Nanti akan ada beberapa tim yang ke sana, jadi dipecah," jelas Jubir Satgas, Humphrey R Djemat, di Kantor Kementrian Kordinator Politik Hukum dan Keamanan di Jakarta, Kamis (7/7/2011).
Dalam kunjungan tersebut Satgas mengagendakan banyak hal. Salah satunya melihat langsung kondisi orang-orang yang terancam hukuman mati.
"Yang penting Satgas akan mengupayakan permohonan pengampunan terhadap orang-orang yang terancam hukuman mati, termasuk akan bertemu Raja Arab dan alim ulama di sana," terangnya.
Selain 27 TKI yang akan dipancung di Arab Saudi, masih ada 201 WNI yang terancam hukuman mati di Malaysia, China, dan Singapura. Rinciannya 177 orang di Malaysia, 22 di China, dan dua di Singapura.
Satgas TKI resmi dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden yang ditandatangani pada 5 Juli 2011 kemarin. Dalam kaitan ini Presiden menunjuk mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk menjadi ketuanya.
Sementara untuk wakil ketua Satgas TKI berjumlah tiga orang. Yaitu mantan Kapolri (Purn) Jenderal Bambang Hendarso Danuri, mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji dan mantan Utusan Khusus Presiden di Timur Tengah Alwi Sihab. Adapun anggota timnya berjumlah 19 orang.
(Muhammad Saifullah )