SERANG- Penemuan lumpur di Kampung Curug Bonteng, Desa Kramat Jati, Kabupaten Serang, Banten, diharapkan tidak membuat warga sekitar panik dan mengambil tindakan berlebihan.
“Kita mengimbau warga tetap tenang,” kata Komandan Rayon Militer (Danramil) Kragilan D Hariyanto saat ditemui okezone di kantornya, Senin (8/8/2011).
Dia menjelaskan, semburan air lumpur belerang di Kragilan tidak akan sebesar yang terjadi di Porong Sidoarjo.
“Bahkan semburan ini masih lebih kecil daripada kejadian serupa di Desa Walikungkung Kecamatan Carenang (tetangga dari Kecamatan Kragilan) pada Juni 2009 lalu,” tegasnya.
Sekadar diketahui, semburan di Carenang memang sangat besar sampai merendam sawah lebih dari 1 hektar. “Akan tetapi itupun mendapat ganti rugi dari pemerintah,” tutut Dodot, sapaan D Hariyanto.
Sebelumnya penemuan semburan lumpur bercampur air belerang di Serang menyita perhatian warga. Pasalnya, saat ditemukan pertama kali sempat terjadi ledakan.
Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan, Mochammad Hasyimi, mengatakan ledakan tersebut sempat membuat mesin bor yang berukuran besar terhempas. Bahkan saat meledak, semburan air mencapai 20 meter
Lokasi ini awalnya akan digunakan untuk membuat kolam ikan. Namun pemilik lahan yakni H Mukti, Serang, tidak berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Dia menggali tanah dengan kedalam 48 meter, sehingga membuat semburan tinggi.
(Kemas Irawan Nurrachman)