DEPOK– Ratusan warga Kampung Kebon Duren, Kalimulya, Cilodong, Depok memblokir akses jalan masuk truk pengangkut limbah manusia (tinja) yang akan dibuang ke Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) Depok.
Warga memprotes Pemerintah Kota Depok yang hingga kini belum juga memperbaiki akses jalan yang rusak parah.
Warga memprotes jalan dengan pohon bambu yang dibiarkan melintang di tengah akses jalan masuk. Warga juga menghadang truk yang hendak masuk ke dalam IPLT.
Sedikitnya terdapat dua RT dan satu RW warga sekitar IPLT yang merasa terganggu dengan mobilitas truk pengangkut limbah manusia itu. Apalagi warga dibuat kesal dengan jalan yang bertambah rusak karena 20 truk pengangkut sampah setiap hari mondar mandir melewati rumah warga.
Salah satu warga, Ketua RT 003 Abidin mengatakan warga akan membuka akses jalan tersebut hingga ada surat pernyataan tertulis dari Pemerintah Kota untuk janji memperbaiki tahun ini. Jika tidak, kata dia, warga tetap akan membiarkan truk pengangkut tinja terlantar.
“Kami juga tidak berani melarang warga untuk berhenti, yang kami minta hanya satu yakni perbaikan jalan, harus ada kompensasilah,” tegas Abidin, Selasa (20/09/11).
Sementara itu Kepala Unit IPLT Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Omo Syahroni memastikan pihaknya sudah dua kali mendesak Pemerintah Kota untuk segera memperbaiki akses jalan.
“Memang katanya anggaran terbatas, tapi kalau soal bau saya rasa tidak mengganggu, paling hanya pada saat buang saja, itupun hanya sebentar, semoga aksi blokir ini tak lama karena puluhan truk tertahan tak bisa membuang limbah,” tandas Omo.
(Carolina Christina)