JAKARTA - Kementerian Luar Negeri kesulitan mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di Yaman karena mereka tersebar di berbagai kota. Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2011).
"Karena warga negara kita tersebar di beberapa kota di Yaman dan banyak juga yang tidak mendaftarkan diri," ujar Marty.
Kendati mengalami kesulitan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman sudah mengevakuasi para pelajar yang tengah menuntut ilmu di perguruan tinggi di negara tersebut.
"Namun selama ini pemerintah Indonesia sudah melakukan proses evakuasi secara bertahap dari Yaman," tuturnya.
Dengan situasi Yaman yang tengah bergejolak, sambung Marty, pemerintah berharapkan WNI yang masih berada di Yaman terutama yang membutuhkan perlindungan dan bantuan pemerintah untuk segera berkomunikasi. Sehingga proses evakuasi bisa dilakukan secara efektif dan terukur.
Marti menambahkan, meski situasi tengah bergejolak yang terpenting bagi pemerintah adalah WNI tidak mejadi korban. Mengenai dua pelajar Indonesia yang tewas di Yaman pada 26 November lalu, Marty mengatakan bahwa mereka tidak terdaftar di KBRI Yaman.
"Yang dua meninggal kemarin ini sepengetahuan KBRI tidak pernah mendaftarkan diri, tapi itu bukan masalah," tuturnya.
Kata Marty, ada kurang lebih 100 warga negara Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tempat korban menuntut ilmu. Sementara WNI di Yaman sendiri ada sekira 3000 orang.
(Insaf Albert Tarigan)