JAKARTA - Kementerian Luar Negeri tetap akan berupaya memulangkan Warga Negera Indonesia yang berada di Negara Suriah dan Yaman. Pemulangan ini akan dilakukan secara bertahap.
“Selama ini kita lakukan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan. Kadang kala situasi berkembang, ada titik-titik kerusuhan, lebih aman tahapan kepulangan dilakukan secara bertahap, tidak semuanya secara sekaligus, dan ini sudah berjalan. Namun, dengan adanya musibah itu konflik bersenjata antara dua kelompok dan warga kita jadi korban,” kata Marty di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2011).
Marty menambahkan bahwa pihaknya tetap menganjurkan agar WNI kembali ke Tanah Air. Jumlah WNI di Yaman diperkirakan sekira 3.000 orang dimana 100 di antaranya merupakan mahasiswa.
Dua mahasiswa dilaporkan tewas 26 November lalu karena tertembak dalam bentrok antar kelompok di kampus mereka. Mereka telah dimakamkan di negara tersebut karena pemerintah kesulitan memulangkan ke Tanah Air.
(Insaf Albert Tarigan)