JAKARTA - Aksi pembantaian terhadap para petani di Mesugi, Lampung yang sempat terekam kamera seorang warga disesalkan banyak pihak. Jika memang benar terbukti, peristiwa ini dianggap sebagai pelanggaran HAM berat.
"Kami harus menegaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh petani Lampung hari ini di Komisi III sangatlah meyakinkan, karena disertai bukti foto dan film yang jelas serta dilengkapi dengan kesaksian," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman dalam siaran persnya kepada okezone, Rabu (14/12/2011) malam.
Menurutnya, informasi tersebut sangat masuk akal dan kecil kemungkinan para petani tersebut berbohong dan merekayasa cerita. "Karena tidak ada keuntungan apapun yang bisa mereka dapat dengan merekayasa cerita," sambungnya.
Wilayah Mesuji kata dia, dapat dikategorikan sebagai wilayah terpencil (remote area) yang memang cukup jauh dari kota Bandar Lampung, sehingga mungkin saja jika peristiwa pembantaian tersebut tidak terekspose selama bertahun-tahun.
"Jika pembantaian itu benar terjadi, maka ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Gerindra mengutuk keras pembantaian tersebut dan meminta kepada pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas mengusut kasus tersebut hingga tuntas," tegas Habiburokhman.
Partai Gerindra pun meminta kepada para pejabat terkait, terutama pejabat kepolisian untuk menghindari sikap defensif dan buru-buru membantah tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan yang mendalam terhadap kabar tersebut. Sikap ini lanjutnya, merupakan sikap tipikal pejabat era orde baru yang tidak lagi boleh dilakukan di era reformasi ini.
"Pejabat kepolisian, terutama Kapolda Lampung harus bersikap bijak dengan melakukan penyelidikan dan pengecekan serius sebelum mengeluarkan pernyataan terkait kasus ini.
Jika kelak terbukti benar terjadi pembantaian, maka kami meminta pejabat yang membantah dan menutup-nutupi fakta sebenarnya juga dijatuhi hukuman administrasi dan hukuman pidana yang berat," tegasnya.
(Rizka Diputra)