JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie dinilai terlalu reaksional jika menyebut pihak yang melakukan kritik terhadap kenaikan anggaran Kunjungan Kerja DPR sebagai provokator.
“Saya pikir itu terlalu reaksional,” kata Peneliti Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan, saat dihubungi okezone, Rabu (21/12/2011).
Dia menjelaskan, kritik yang dilakukan pihak-pihak tertentu sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap para legislator.
“Sekecil apapun dana yang digunakan anggota DPR merupakan uang rakyat. Sehingga rakyat berhak untuk mengetahui dan mengkritisi aliran dana tersebut. Kalau tidak mau (dikritik), bisa jadi apa negara ini,” tuturnya.
Rakyat, lanjutnya, sudah memberikan kontribusi besar kepada negara melalui pajak yang dibayarkan. “Kita beli bensin, makan di restauran, belanja, dan lain lain pasti kena pajak, jadi rakyat berhak untuk menanyakannya,” tegasnya.
Sebelumnya, Marzuki menilai masyarakat harus melihat kenaikan anggaran Kunker dengan secara global, bukan hanya dilihat kenaikan secara angka dari Rp251 miliar menjadi Rp265 miliar.
“Kalau membacanya hanya melihat angkanya saja, itu bukan seorang analis tapi provokator. Harus dilihat konteksnya. Ketika angka itu naik, mungkin RUU yang dibahas lebih banyak. Itu kan bisa dilihat di Prolegnas yang sudah disahkan paripurna. Selain itu, kita juga harus memperhitungkan kenaikan harga-harga, seperti tiket perjalanan,” kata Alie Alie saat dihubungi wartawan kemarin.
(Kemas Irawan Nurrachman)