JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hari ini dijadwalkan dimintai keterangan oleh Komnas HAM terkait banjir di Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Ini merupakan panggilan kali keempat yang dilayangkan Komnas HAM kepada Foke. Warga menduga banjir ini terjadi karena makin sempitnya aliran air di Kali Krukut akibat pembangunan lapangan tembak marinir.
Komisioner Komnas HAM, Syafruddin Ngulma Simeulue, berharap Foke, hadir untuk memberi keterangan hari ini. "Kami minta gubernur hari ini ke Komnas HAM untuk memenuhi panggilan keempat," kata Syafruddin saat dihubungi okezone, Selasa (27/12/2011).
Foke sudah mangkir dari tiga panggilan Komnas HAM sebelumnya. Sekeretaris Daerah, yang mewakili Foke, juga telah mengirimkan surat penundaan kehadiran dan meminta KomnasHAM mengundur waktu pertemuan, menjadi hari ini.
"Pada panggilan sebelumnya Sekda menjanjikan lewat surat resmi kalau Gubernur meminta pemanggilan diundur dan baru bisa datang hari ini, Selasa 27 Desember dan kami tunggu itu," jelasnya.
Pemanggilan Gubernur DKI Jakarta, tambahnya, adalah untuk membicarakan soal kebijakan yang akan ditempuh Pemprov terhadap banjir di Pondok labu ini.
"Pemanggilan ini untuk menegaskan dan sebenarnya kita tdiak akan panjang pembicaraannya, hanya butuh beberapa hal untuk dikonfirmasi terkait kebijakan," tambahnya.
Syafrudin juga mengatakan sudah pernah panggil kepada Deputi Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Wakil Kepala Dinas PU dan staf, Camat Cilandak dan Lurah Pondok Labu.
"Pertemuan ini hanya membicarakan masalah teknisnya saja. Tapi kita perlu ketemu dengan Gubernur untuk membicarakan masalah kebijakannya," jelasnya.
Pada pertemuan itu, lanjutnya, hanya membicarakan masalah teknis, yaitu bagaimana air di kampung itu bisa dikeringkan.
"Dari mereka ada kesangupan untuk menambahkan kedalaman sungai di gorong-gorong kali tersebut, mereka menjanjikannya waktu itu pertemuannya Kamis dan berjanji kalau Sabtu sudah bisa dipenuhi," katanya.
Selain menambah kedalaman, lanjutnya, mereka juga menjanjikan pembebasan lahan untuk menyelesaikan pembuatan waduk kecil dengan janji 2 minggu.
Mereka, lanjut Syafruddin, juga menjanjikan akan mengadakan pompa air untuk melakukan penyedotan air luapan tersebut. "Mereka juga menjanjikan untuk mengadakan pompa air untuk penyedotan air luapan itu," katanya.
Semisal hari ini Foke tak hadir, Syafruddin juga tak bisa melakukan apa-apa. Pasalnya Komnas HAM dalam hal ini hanya melakukan mediasi warga dengan Pemprov.
"Kita sih enggak ada masalah, kita hanya ingin klarifikasi saja. Kami mencoba memahami beliau. Mungkin gubernur sangalatlah sulit mngatur waktunya, kita pahami itu. Kalau beliau tak jadi datang tak jadi masalah, tapi kalau dia datang akan lebih baik karena semuanya akan terkonfirmasi," jelasnya.
Dia juga menekankan, Foke diundang ke Komnas HAM pukul 9.30 WIB hari ini. Pihaknya juga siap menunggu sampai Foke dapat memenuhi permintaan Komnas HAM.
(Ferdinan)