DENPASAR - Simpati terhadap AAL yang disangka mencuri sandal jepit milik anggota polisi terus mengalir. Seperti ditunjukkan artis Ayu Laksmi dengan menyumbangkan 10 sandal jepit raksasa ke Komisi Penanggulangan Anak Indonesia (KPAI).
"10 pasang sandal jepit dengan ukuran super jumbo saya kirim ke KPAI, sebagai bentuk dukungan terhadap AAL" kata Ayu Laksmi kepada wartawan di Denpasar, Selasa (3/1/2011).
Ayu merasa terketuk hatinya setelah mendengar kisah AAL, remaja yang disangka mencuri sandal polisi. Karena itu, dia bergabung dalam gerakan seribu sandal jepit untuk polisi, lantaran menilai dakwaan ke AAL tidak semestinya diterapkan.
Mengenai sandal jepit raksasa tersebut, mengandung nilai filosofi bahwa penegak hukum mestinya menyediakan ruang bagi anak-anak.
"Aparat penegak hukum harus menjadi pengayom bagi anak-anak, bukan menjeratnya secara semena-mena," kata mantan penyanyi rock yang populer di era-1980 an ini.
Seperti diketahui, sandal adalah alas yang dipergunakan untuk melindungi kaki. Ini mengandung arti agar aparat penegak hukum memberikan perlindungan kepada anak-anak.
Sejak dukungan moral diberikan Ayu, banyak koleganya juga juga tergerak untuk melakukan hal serupa ingin menyumbagkan sandal jepitnya.
"Sebenarnya, banyak yang mau nitip, tetapi karena pengumpulan sandal jepit ditutup hari ini, terpaksa saya tidak bisa menerimanya," kata Ayu yang kini menggeluti di lagu-lagu religi Hindu dengan aransemen musik kontemporer ini.
Gerakan pengumpulan sandal itu kata dia, agar Briptu R punya sandal jepit seumur hidupnya, sehingga ke depan tidak lagi korban lainnya seperti menimpa AAL.
Dia yang kini konsern dengan dunia anak, sepakat saatnya kini, untuk menanggalkan pemidanaan terhadap anak sebaliknya mengedepankan pendekatan yang lebih membimbing dan mendidik mereka ke arah yang benar.
(Dede Suryana)