JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat Muhammad Jafar Hafsah enggan mengomentari kesaksian Nazaruddin atas adanya aliran duit fee proyek Wisma Atlet ke petinggi Partai Demokrat.
Jafar yang ikut dituduh Nazar mendapat Rp1 miliar, hanya berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat menuntaskan perkara suap Wisma Atlet.
"Saya tidak menanggapi seperti itu, karena itu isu. Pernah disebut, pernah tidak, pernah ada lagi, dan itu proses. Sebenarnya proses hukum saja," kata Jafar di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/2/2012).
Dalam kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu 15 Februari, Nazar kembali menyebut adanya duit Rp9 miliar yang mengalir melalui Angelina Sondakh. Duit ini kemudian dibagi-bagikan kepada petinggi partai seperti Mirwan Amir Rp1,5 miliar termasuk Anas Urbaningrum Rp2 miliar.
Namun semua nama yang disebut Nazaruddin sudah berulang kali membantah menerima duit fee proyek Wisma Atlet.
Hari ini Fraksi Partai Demokrat menggelar rapat internal. Jafar menyebut rapat akan membahas kegiatan fraksi termasuk evaluasi. "Kita juga akan membahas isu-isu terkini," sebutnya.
(Dede Suryana)