JAKARTA - Banjir bandang di Kecamatan Simpang, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Rabu (22/2) pukul 18.00 Wib ternyata menimbulkan kerusakan yang cukup besar.
Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB bersama BPBD Pasaman dan lainnya terus melakukan penanganan darurat hingga saat ini.
"Dilaporkan 1 orang hilang hanyut terseret banjir bandang, 3 orang luka-luka dan telah dibawa ke Rumah Sakit Lubuk Sikaping," ucapnya melalui pesan elektronik kepada Okezone, Kamis (23/2/2012).
Kata Sutupo, sebanyak 200 Kepala Keluarga telah diungsikan ke SD 03 Simpang. Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, 35 rumah rusak sedang, 60 rumah rusak ringan, 1 masjid rusak berat, 2 mushola rusak sedang, dan 1 jembatan rusak berat, dan 3 jembatan rusak sedang.
"TRC BNPB, BPBD Kab. Solok, Kab.Tanah Datar, Kab.Pasaman Barat telah melakukan evakuasi terhadap korban. Hingga saat ini masih dilakukan pendataan dan inventarisasi kebutuhan. Total kerusakan dan kerugian masih dalam perhitungan dengan menggunakan metode Damage and Losses Assessment," tambahnya
Sutopo menambahkan, posko tanggap darurat telah didirikan dan seluruh tim yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI, POLRI, Dinkes, PMI, Basarnas melakukan koordinasi. Logistik dan peralatan bantuan BNPB yang berada di gudang BPBD Sumatera Barat telah dikirim ke lokasi bencana untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Sampai saat ini, kata Sutopo, material longsor yang menghalangi jalan sudah berhasil disingkirkan. Jalan yang tertutup selama ini sudah terbuka dan dipakai. Alat berat masih siaga di lokasi banjir bandang.
"Listrik sedang diupayakan malam hari ini bisa nyala. Petugas sudah menggali lubang untuk tiang darurat, tapi cuaca yang terus hujan menunda pekerjaan. Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi antara lain selimut, terpal, air bersih, kebutuhan sandang dan pangan beserta alat penerangan," tutupnya.
(Insaf Albert Tarigan)