Pengamat Yakin SBY Tak Lari dari Tanggung Jawab

, Jurnalis
Jum'at 23 Maret 2012 07:02 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Share :

JAKARTA - Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi perdebatan. Kelompok yang menolak rencana ini juga tak henti-hentinya berunjuk rasa. Namun, di saat bersamaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malah bertolak keluar negeri.

Pengamat Politik The Habibie Center, Bawono Kumoro menyakini perginya orang nomor satu dinegeri ini bukan bentuk lari dari tanggung jawabnya sebagai presiden dalam rencana kenaikan BBM.

"Perginya SBY ke beberapa negara memang berbarengan dengan momentum pembahasan APBNP dengan rencana kenaikan BBM, bahkan dituding oleh lawan politiknya bahwa SBY sengaja buang badan dan lari dari tanggung jawab, saya rasa itu keliru," kata dia saat berbincang dengan okezone, Kamis (22/3/2012).

Menurutnya, kepergian SBY keluar negeri memang sudah terjadwal jauh hari sebelumnya. Dia juga mengatakan, kenaikkan harga BBM memang bisa dimanfaatkan lawan politik SBY. Seragan terhadap pemerintah pun akan semakin menjadi-jadi.

"Terutama dalam bentuk polemik pro dan kontra opini, bahkan selama sebulan akan penuh polemik-polemik seputar BBM," lanjutnya.

Namun, dian juga yakin, aksi-aksi menolak kenaikkan harga BBM tidak sampai akan berujung pada penggulingan pemerintahan SBY-Boediono. Diamnenerangkan, pasca amandemen UU 45 seorang presiden tidak bisa serta merta di jatuhkan hanya karena membuat kebijakan.

"Seorang presiden bisa di jatuhkan kalau dia melakukan tindak pidana hukum, seperti membunuh serta melakukan penghianatan kepada negara," tutupnya. (tri)

(Insaf Albert Tarigan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya