PKS Minta Ambang Batas Capres Disamakan dengan PT

Misbahol Munir, Jurnalis
Rabu 16 Mei 2012 11:53 WIB
Ilustrasi (Foto: Runi S/okezone)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Anis Matta menyatakan tidak sepakat dengan usulan partai besar yang menyatakan ambang batas calon presiden Pemilu Presiden 2014 mendatang di angka 20 persen.
 
Menurut dia, partai-partai menengah harus diberi peluang untuk ikut berpartisipasi agar bisa mengusung calon presidennya.
 
"Jadi kita harus kembali ke filosofi awal dulu bahwa yang pertama, dalam masa transisi dan juga regenarasi kepemimpinan nasional kita perlu memberikan insentif konstitusi bagi calon-calon presiden Indonesia yang akan datang. Kedua, kita juga perlu mendorong parpol menengah untuk berpartisipasi dalam mengajukan calon-calonnya untuk ikut berpartisipasi," ungkap Anis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2012).
 
Kata dia, kendala pemerintah yang tidak berjalan efektif sejak era reformasi disebabkan koalisi yang dibangun terlalu besar.
 
"Yang ketiga kita juga melihat bahwa sudah waktunya kita membentuk koalisi kecil dalam pemerintahan agar efektif, sehingga kalau koalisinya tidak terlalu besar saya kira pemerintahan akan berjalan lebih efektif," jelasnya.
 
Sekjen PKS itu lebih sepakat bila ambang batas presiden itu disamakan dengan ambang batas parlemen, sehingga parpol yang masuk ambang batas legislatif dapat mengajukan capresnya.
 
"Menurut saya ambang batas capres ini disamakan dengan ambang batas parpol. Jadi setiap parpol yang mendapatkan ambang batas legislatif berhak mencalonkan presidennya sendiri, misalnya sekarang ada sembilan partai ya ada sembilan capres bisa diangkat," terang dia.
 
Oleh sebab itu, nantinya tidak ada lagi politik dagang sapi yang menunjukkan parpol dibebankan dengan koalisi yang dibangun seperti sebelumnya.
 
"Ini ada kegunaannya, yang lain itu memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memilih karena pilihannya lebih banyak dan orang-orang tidak perlu lagi dagang sapi dengan keharusannya koalisi-koalisi semacam itu, saya kira itu ide dasarnya. Kita akan mendorong supaya ambang batasnya disamakan dengan ambang batas parpol," kata dia.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya