TOKYO - Pihak Kepolisian Jepang terus memburu tersangka terakhir dalam serangan gas mematikan di kereta bawah tanah di Tokyo, 17 tahun lalu. Ribuan anggota kepolisian dikerahkan untuk memburu tersangka ini.
Hingga hari ini polisi sudah mengerahkan lima ribu anggota kepolisian untuk mengejar Katsuya Takahashi. Mereka membagi foto dan mengawasi terminal ataupun stasiun, yang kemungkinan dapat digunakannya untuk melarikan diri.
Polisi masih meyakini bahwa Takahashi masih bersembunyi di wilayah sekitar Tokyo. Tetapi selama pelariannya, Takahashi selalu berhasil mengelabui pihak kepolisian. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (8/6/2012).
Takahashi adalah sosok tersangka yang paling dicari di Jepang. Dirinya terlibat langsung dalam insiden serangan gas yang menewaskan 13 jiwa dan melukai enam ribu lainnya.
Pencarian panjang terhadap Takahashi membuahkan hasil, ketika seorang tersangka utama serangan lainnya menyerahkan diri. Hal itu memicu penangkapan lainnya, tetapi polisi masih belum berhasil meringkus Takahashi.
Serangan di kereta bawah tanah Tokyo dilakukan oleh anggota sekte Aum Shinrikyo. Sekte pimpinan Shoko Asahara ini, dianggap sebagai kelompok teroris usai melakukan serangan gas mematikan itu. Atas serangan tersebut, Asahara dijatuhi hukuman mati oleh Pemerintah Jepang.
(Rani Hardjanti)