DILI - Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao membentuk koalisi dari sejumlah partai di negaranya. Meski demikian, Gusmao tidak memasukkan Partai Fretilin ke dalam koalisi itu. Keputusan Gusmaou pun dikecam warga dan protes terjadi hingga menewaskan satu orang.
Demonstran di Timor Leste marah Gusmao hanya memasukkan Partai Demokrat dan Frenti Mudanca ke dalam koalisinya, sementara itu Gusmao tidak memasukkan Fretilin. Mereka melempari kantor pemerintah dengan batu dan menghancurkan puluhan mobil.
Salah seorang warga tewas dan empat polisi terluka dalam bentrokan yang terjadi di Kota Dili itu. Kekerasan yang terjadi pada Minggu kemarin, terus berlanjut hingga hari ini di wilayah Santa Cruz. Demonstran juga sudah terlihat membakari ban mobil. Demikian, seperti diberitakan Guardian, Senin (16/7/2012).
Meski hasil dari Pemilu Parlemen Timor Leste yang digelar 7 Juli lalu belum diumumkan, penghitungan awal menunjukkan bahwa Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT) yang merupakan partai Gusmao meraih 30 kursi di parlemen. Sejauh ini, Partai Demokrat dan Frente Mudanca diprediksi mendapatkan 10 kursi.
Keberhasilan CNRT merebut 31 dari 65 kursi parlemen Timor Leste, memastikan posisi Xanana Gusmao sebagai Perdana Menteri Timor Leste untuk lima tahun ke depan. Gusmao merupakan tokoh karismatik yang memang berjuang untuk menjaga posisinya sebagai perdana menteri.
Sementara itu, Fretilin yang memimpin revolusi kemerdekaan Timor Leste itu berada di urutan kedua dan diprediksi meraih 25 kursi. Cukup mengenaskan bagi warga ketika menyaksikan keputusan Gusmao yang tidak mengajak Fretilin masuk ke dalam koalisinya.
Selama kampanye, CNRT menjanjikan rakyat Timor Leste untuk mendapatkan perbaikan infrastruktur seperti jalan, listrik dan air. Sementara lawannya, Fretilin, berkampanye untuk menyerahkan keuntungan dari penjualan minyak diperuntukan pada kepentingan pendidikan. Hasil resmi dari pemilu parlemen itu pun siap diumumkan Selasa besok.
(Aulia Akbar)