Kasus Simulator untuk Jatuhkan Djoko Susilo sebagai Calon Kapolri?

, Jurnalis
Senin 06 Agustus 2012 08:00 WIB
Foto: Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Terkait dengan kasus korupsi pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Polri, menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, ada manuver-manuver politik dan banyaknya kepentingan dalam kasus tersebut.
 
"Bukan konflik kewenangan, tapi manuver politik dan politisasi kepentingan. Sudah banyak dugaan kasus korupsi di Polri yang dilaporkan masyarakat ke KPK yang jumlah kerugian negara ratusan miliar, seperti kasus alkom jarkom, rekening gendut, dan lain-lain tapi kenapa tidak pernah disentuh KPK?," ucapnya saat berbincang dengan Okezone, Senin (6/8/2012).
 
Dalam penggeledahan yang dilakukan KPK, kata Neta, tidak pernah pimpinan KPK melakukan pengawalan, tapi saat menggeledah Korlantas, Ketua KPK pun ikut mengawal.
 
"Sebelum KPK menggeleda Korlantas, perang bintang sedang terjadi di Polri. Perang itu terjadi karena beredar isu akan ada pergantian Kapolri pada awal tahun 2013," tambahnya.
 
Kata Neta, sejumlah pati berusaha mencari peluang tapi yang sering disebut-sebut sebagai kandidat adalah Putut (Kapolda Jabar), Budi Gunawan (Bali), Djoko Susilo (Gub Akpol), dan Puji (Kakorlantas). "Adakah oknum pati tertentu memberi masuk bagi KPK?," tanya Neta
 
Dugaan korupsi yang melibatkan jenderal polisi, kata Neta, adalah isu paling panas untuk menutupi kelemahan KPK dalam menuntaskan secara cepat kasus-kasus korupsi besar.
 
"Contohnya seperti Century, Hambalang, Wisma Atlet, Buol. Jika kita amati justru sejak awal Polri lah yang menangani kasus tersebut, bahkan tersangkanya sudah divonis pengadilan," tutupnya.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya