BULUKUMBA- Jumlah warga yang melakukan kunjungan ke kawasan Tanjung Bira Bulukumba pada hari libur diperkirakan mencapai 5.000 orang lebih. Jumlah ini termasuk pengunjung dari mancanegara maupun wisataan lokal lainya yang datang di 24 Kabupaten di Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bulukumba Andi Nasruddin mengungkapkan, jumlah pengunjung yang membludak ini bukan pertama kalinya di Tanjung Bira. Hanya saja, hampir tiap tahun karena warga lebih memilih melakukan kunjungan atau berlibur ke Bira dibanding obyek wisata lainya yang ada di Sulsel.
“Ini merupakan kebanggan bagi pemerintah setempat karena masyarakat lebih tertarik ke Bira dibanding wisata lain di Sulsel. Bahkan, warga di Jakarta rela ke Bulukumba hanya karena ingin melihat kelebihan pasir putih. Ini harus dipahami bagi pemerintah supaya segera memberikan perhatian untuk pengembanganya kedepan,” ujarnya.
Nasruddin menambahkan, membludaknya pengunjung tersebut seharusnya berbanding lurus dengan fasilitas yang disiapkan pemerintah agar pengunjung tahun berikutnya lebih tertarik datang, bukan sebaliknya.
“Kalau Pemkab siap menambah fasilitas, saya yakin jumlah pengunjung bisa diatas 5.000 orang. Bira memiliki kelebihan lain khususnya pasir putih,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, bahwa minimnya fasilitas yang disiapkan didalam area Tanjung Bira menjadi penyebab target pengunjung yang diprediksi bisa mencapai puluhan ribu belum tercapai. Makanya, Pemkab harus segera menyiapkan dengan memberikan anggaran yang memadai demi melengkapi fasilitas pendukung lainya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba ini menambahkan, selain pengunjung juga memberikan dampak positif bagi pengusaha penginapan. Sebab, selama dua hari ini semua penginapan penuh, bahkan, tidak ada yang kosong. “Ini membuktikan warga lebih senang ke Bira dibanding wisata yang lebih terkenal,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Bira Bulukumba Ahmad Nasri mengakui, sebenarnya Bira sangat menarik dan potensi alamnya cukup luar biasa. Namun, pengelolaan wisata kebangaan warga Bulukumba ini belum tertata dengan baik sehingga terlihat samrawut. “Hampir tiap tahun kami bersama keluarga berlibur kesini, saya suka pasir putihnya,” tutur dia.
(Carolina Christina)