Ini Alasan Kaum Muda Sulit Maju di Pilpres 2014

Dina Kusumaningrum, Jurnalis
Kamis 04 Oktober 2012 07:21 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Usulan sejumlah tokoh partai yang menyatakan anak muda menjadi pemimpin di Indonesia semakin kuat. Namun, untuk merealisasikannya tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Apa saja kendalanya?

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan segi keuangan menjadi faktor penghambat untuk menjadi pemimpin di bangsa ini.

"Faktor financial di sini tidak mudah, kekuatannya sangat kecil, mereka harus bekerja keras untuk itu, dibandingkan dengan kalangan orang tua," tuturnya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (4/10/2012).

Apalagi sekarang, lanjut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, fenomena sistem politik di Indonesia yang mendeskriminasi, disinilah keberpihakan anak muda tidak ditampilkan.

"Banyak sekali ada keluarga di dalamnya, kerabat kumpul di salah satu partai, jadi strategis untuk menjadi pemimpin (kalangan muda) menjadi tipis," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Forum Keluarga Besar (FKB) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI 1966)  Bambang Heryanto menyatakan momentum Pilpres 2014 sangat tepat untuk memunculkan capres dan cawapres dari kalangan muda.
 
Bambang berpendapat bahwa transisi kepemimpinan bangsa sudah saatnya dilakukan saat Pilpres 2014 nanti. Bila tidak, maka akan terjadi  proses kemunduran dalam regenerasi.
 
Sejumlah nama pun digaungkan, seperti Puan Maharani (PDIP), Anies R Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang dikenal dengan Ibas (Partai Demokrat), Yenny Wahid (PKBIB), Moh Jumhur Hidayat (Kepala BNP2TKI), serta Jeffrie Geovanie (Partai NasDem).

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya