TEHERAN - Iran mengklaim pihak berhasil membobol data dari pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS). Sebelumnya pesawat mata-mata itu tertangkap pihak Iran, ketika hendak memata-matai lokasi militer dan perminyakan milik Iran.
Pesawat tak berawak atau drone jenis ScanEagle ini ditangkap oleh Iran pada Selasa 4 Desember lalu. Tetapi pihak AS tidak mengakui klaim Iran tersebut. Menurut AS tidak ada bukti yang mendukung penangkapan drone ScanEagle.
"Kami berhasil mengambil seluruh data dari pesawat tersebut," pernyataan pihak Garda Revolusi Iran, kepada Press TV yang dikutip oleh Reuters, Kamis (6/12/2012).
Drone itu diluncurkan untuk mengumpulkan informasi militer dan memata-mati pengiriman minyak Iran di terminal minyak utama milik Negeri Paramullah itu. Terminal itu berada di Pulau Kharg dan diperkirakan menjadi sumber distribusi minyak Iran selama ini.
Pesawat tak berawak ScanEagle sudah beroperasi di wilayah Teluk dalam beberapa hari terakhir. Drone ini tertangkap saat memasuki wilayah udara Iran.
AS sendiri sudah menggunakan ScanEagle sejak 2004. Pesawat mata-mata buatan Boeing itu, menjadi alat murah bagi AS untuk melakukan operasi pengintaian.
Ini bukan pertama kalinya pesawat tak berawak AS berhasil ditangkap oleh Iran. Sebelumnya pada November lalu, Iran mengatakan berhasil menembak jatuh pesawat pengintai yang tengah terbang di wilayah udara internasional. Namun menurut Iran, pesawat itu memasuki wilayah udara Iran untuk mengawasi terminal minyak Iran.
(Fajar Nugraha)