MAKASSAR – Bukan saatnya orang Makassar mengotori ruang publiknya. Menurut mantan Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla, menjaga ruang publik itu bukanlah perkara sulit. Kuncinya adalah kehendak bersama masyarakat.
“Rumusnya begini, bersih membawa bersih, kotor membawa kotor. Satu kali orang buang sampah di ruang publik, orang yang lain akan ikut membuang, kotorlah itu. Tapi satu kali ada yang mempertahankan kebersihannya, orang tidak berani buang,” kata Jusuf Kalla saat membuka ruang publik dan masjid di Makassar, Jumat (21/12/2012).
Masjid Amirul Mukminin yang berlokasi di tepi Pantai Losari diinisiasi secara resmi oleh wakil presiden periode 2004-2009 tersebut. Masjid yang murni dibangun dari sumbangan masyarakat Bugis-Makassar, dirancang arsitek Dani Pomanto. Kapasitasnya bisa menampung sekira 400 jamaah.
Ruangnya terdiri tiga lantai. Dua lantai untuk salat jamaah, sedangkan lantai tiga dikhususkan untuk jamaah yang hendak beritikaf. Berdiri di pinggir Pantai Losari, masjid indah itu disempurnakan dengan adanya dua menara kembar.
Selain meresmikan masjid, tokoh yang tenar dipanggil JK itu juga membuka ruang publik bagi segenap warga Makassar di Pantai Losari, yakni pelataran Metro dan anjungan Bugis-Makassar. Kedua areal tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi Pantai Losari.
“Proyek revitalisasi Pantai Losari merupakan gagasan Pak JK. Konsepnya terdiri atas pelataran Metro yang ada di jalan masuk Tanjung Metro, pelataran Bugis-Makassar, dan anjungan Pantai Losari. Kelanjutan proyek ini akan menyelesaikan anjungan Mandar-Toraja pada 2013,” jelas Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin yang mendampingi JK saat peresmian.
Landmark tersebut turut dilengkapi fitur areal kolosal terbuat dari fiber berwarna merah yang seolah membentangkan diri untuk dinikmati para pengunjung. Fitur itu bertulisan: “City of Makassar”.
Menjadi ornamen di jelujur koridor yang melatari masjid dan anjungan baru itu, dibangun pula patung dada beberapa tokoh pahlawan asal Makassar seperti Syekh Yusuf dan Sultan Hasanuddin. Juga ada patung tiga orang sedang bermain sepak raga, olahraga tradisional khas Bugis-Makassar.
Struktur bangunan dalam areal tersebut dilengkapi kolom berbentuk tapal kuda dengan luas sekira 500 meterpersegi. Letaknya di sebelah kiri anjungan Losari, tak jauh dari bibir pantai pada Selat Makassar.
“Saya ingin menyampaikan rasa gembira dan syukur bahwa hari ini kita semua hadir di sini untuk bersama-sama menyaksikan peresmian masjid dan pelataran di Pantai Losari ini,” tutur JK sambil tersenyum.
“Masjid Amirul Mukminin dengan pelataran Bugis-Makassar satu kombinasi sangat baik yang memperlihatkan pikiran tentang dunia-akhirat. Pikir menikmati keindahan sekaligus juga jangan lupa beribadah, itu suatu hal yang penting sekali untuk kita kiranya,” lanjutnya.
Jusuf Kalla, yang juga Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia), salah satu donatur pembangunan Masjid Amirul Mukminin. Dia menyumbang sebanyak R1,2 miliar. Masjid itu berjarak tak jauh atau hanya sekira 200 meter dari rumahnya.
(Tri Kurniawan)