Bahas Urusan Demokrat di Istana, SBY Didesak Minta Maaf

Isnaini, Jurnalis
Jum'at 19 April 2013 02:15 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didesak untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia pasca-konferensi persnya yang digelar di Istana Negara pada Rabu 17 Maret lalu.  
 
Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap, Tridianto menilai tindakan SBY yang menggelar konfrensi pers di Istana Negara untuk membicarakan urusan Partai Demokrat merupakan kesalahan besar.
 
"Pak SBY harus minta maaf kepada publik, kepada Rakyat Indonesia, karena menyalahgunakan tempat, kenapa harus membicarakan masalah internal partai di Istana Negara, Istana itu kan tempat pemerintahan, kalau mau bicara partai kan bisa di Kantor DPP, bisa di Cikeas," ujar Tridianto saat dihubungi Okezone, Kamis (18/4/2013).
 
Lanjut Tridianto, tindakan SBY tersebut merupakan jawaban dari rangkap jabatan yang selama ini diragukan banyak pihak. SBY dinilai tidak bisa memisahkan antara urusan negara dengan urusan partai.
 
"Pak SBY harus pilih salah satu, kalau mau jadi presiden ya lepas jabatan ketua umum, kalau mau jadi ketua umum tidak usah jadi presiden, tidak bisa rangkap jabatan seperti itu," tegasnya.
 
Sebelumnya, SBY menggelar jumpa pers di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, semalam. Di kantor milik pemerintah itu, SBY bicara soal simpang siur bergabungnya Yenny Wahid ke Partai Demokrat.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya