MADINA - Masih ingat kisah Aiptu Sulaiman Harahap, anggota Polsek Panyabungan berjuluk ‘Polisi Nabi’ lantaran kejujurannya selama 36 tahun mengabdi di korps berseragam cokelat itu? Siang tadi, Kapolres Mandailing Natal (Madina) mengunjungi kontrakannya untuk memberikan apresiasi.
HUT Bhayangkara ke-67 menjadi berkah dan akan selalu dikenang oleh Sulaiman. Bagaimana tidak, saat kehidupan sehari-harinya ditayangkan di salah satu media televisi nasional, sosoknya pun menjadi dikenal.
Berbagai bentuk simpati langsung berdatangan pada dirinya, termasuk dari Kapolres Mandailing Natal, AKBP Mardiaz Kusin Dwiyanto. Dia datang bersama keluarga ke rumahnya. Dalam kunjungan tersebut, Mardiaz memberikan santunan dan penghargaan.
“Saya pribadi bangga kepada sosok Aiptu Sulaiman. Apalagi setelah melihat langsung kehidupannya yang serba sederhana,” ujar Mardiaz, Senin (1/7/2013).
Menurutnya, pribadi seperti Sulaiman memang langka ditemukan di tengah maraknya budaya korupsi dan tindakan neko-neko yang dilakukan oknum polisi. “Saya harap beliau bisa menjadi contoh bagi personel polisi lainnya,” harapnya.
Aiptu Sulaiman yang sudah mengabdi selama 36 tahun di Kepolisian, memang hidupnya cukup memerihatinkan. Dia dan keluarganya masih tinggal di rumah kontrakan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan ketiga anaknya, Sulaiman juga bekerja sambilan dengan menjadi petani penggarap lahan milik orang lain.
Penghasilan Sulaiman sebagai petugas Kepolisian memang terbilang kecil, yakni Rp2 juta. Uang itu tentunya tidak cukup untuk membiayai pendidikan anaknya di perguruan tinggi.
(Risna Nur Rahayu)