TUNIS – Sebuah bom meledak di tengah upacara pemakaman politisi sayap kiri Tunisia, Mohamed Brahmi. Dilaporkan tidak korban dalam ledakan ini tetapi dikhawatirkan akan mengancam stabilitas negara yang masih berhadapan dengan krisis politik.
Ledakan itu terjadi di daerah dekat area pelabuhan Tunis La Goulette. Bom dilaporkan diletakan di bawah sebuah mobil yang tengah diparkir.
“Saat kita sedang melaksanakan patroli rutin, kita melihat adanya bungkusan mencurigakan terletak dibawah mobil. Kami langsung kembali ke kantor untuk melaporkan penemuan mencurigakan itu tetapi bom itu lebih dulu meledak sebelum dijinakan,” ujar petugas Kepolisan Tunisia Mourad Milki, seperti dikutip The Washington Post, Sabtu (27/7/2013).
Ledakan itu menghancurkan jendela dan merusak mobil di lingkungan sekitar . Setelah ledakan terjadi pihak kepolisian mendirikan tenda untuk melakukan pemeriksaan. Menurut penjual ikan yang berada didekat kantor polisi ledakan itu terdengar sangat besar seperti gempa bumi
Terjadinya ledakan ini dihubungkan oleh pernyataan Pemerintah Tunisia mengenai Al Qaida adalah dalang dari pembunuhan Brahmi. Menurut pihak Kementerian Dalam Negeri Tunisia mencurigai Boubakar Hakim pembunuh Brhami.
Hakim dikenal sebagai seorang milisi dan juga penyelundup senjata.Hakim juga terlibat dihubungkan oleh jaringan Al Qaeda dan juga dituduh terlibat pembunuhan politisi Chokri Balaid Februari lalu.
(Fajar Nugraha)