Konflik Keraton, "Gusti Mung & Tedjowulan" Gandengan Tangan

Bramantyo, Jurnalis
Minggu 01 September 2013 15:36 WIB
Warga mengenakan topeng Gusti Mung dan Tedjowulan (Foto: Bramantyo/Okezone)
Share :

SOLO - Konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta, mengundang keprihatinan warga Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan menyelesaikan konflik tersebut.

Dalam aksinya, dua warga mengenakan topeng yang menggambarkan dua keturunan Keraton Kasunanan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau Gusti Mung dan Gusti Kanjeng Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPHPA) Maha Menteri Tedjowulan. Selain itu, mereka juga mengusung dua poster yang bertuliskan "Rukun Agawe Santosa Crah Marake Bubrah (Rukun Menjadi Kuat, Bertikai Membuat Berantakan)".

Kemudian kedua tokoh keraton yang sedang berseteru tersebut naik becak. Mereka duduk berdampingan sambil bergandengan tangan dan berjalan perlahan di kawasan Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi. Di belakang mereka, sejumlah warga mengikutinnya.

Seorang peserta aksi, Agus Dhukun, mengatakan, konflik di keraton bisa segera berakhir bila SBY selaku kepala negara turun tangan. Pasalnya, keterlibatan presiden sangat diperlukan, mengingat keraton merupakan satu-satunya aset nasional yang diakui dunia.

"Kota Solo itu dikenal karena keberadaan keraton. Keraton mampu membawa Kota Solo dikenal hingga seluruh dunia. Sehingga keterlibatan SBY sangat diperlukan. Bagaimana pun keraton itu dulunya sebuah negara. Sehingga penyelesaiannya harus melibatkan kepala negara," papar Agus, di Solo, Minggu (1/9/2013).

Apalagi, ungkap Agus, Pemkot Solo memberikan peringatan kepada pihak keraton bila tidak segera berdamai, maka seluruh fasilitas yang selama ini diberikan akan dicabut.

Penuturan serupa disampaikan Suyono, warga Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo. Dia mengaku malu dengan konflik antar keturunan Paku Buwono XII tersebut. Meskipun konflik terjadi di lingkungan keraton, namun setiap dirinya keluar kota, selalu mendapatkan ejekan.

"Malu saya dengan konflik ini. Apalagi posisi raja dibekukan. Jadi kalau keluar kota, saya selalu diejek teman. Kapan ini keraton mau buka lowongan rajanya," ungkap Suyono sambil tertawa lepas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya