JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri curiga dengan keterangan WD, istri Kepala Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Bogor Chaerulli Hermawan, terkait aliran dana Rp2,5 miliar dari kredit fiktif.
"Istri sepatutnya mengetahui (uang tersebut). Tapi (WD) baru diperiksa satu kali," ungkap Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Rahmad Sunanto, di kantornya, Jakarta Senin (11/11/2013).
Oleh karena itu, pihaknya akan meminta rekening WD agar segera dibuka. Namun, Rahmad enggan menyebut berapa jumlah uang yang terdapat di dalam rekening tersebut dan jumlah transaksi yang telah dilakukan, serta siapa saja yang memakainya.
"Itu untuk konsumsi penyidik. Sedang didalami orang-orangnya (yang memakai uang Rp2 miliar) siapa. Untuk lebih tahunya itu ialah CH (Chaerulli Hermawan) dan kita sedang periksa kepada yang bersangkutan. Kemudian kita minta buka rekening," paparnya.
Dia menambahkan, WD menyatakan tidak tahu soal uang Rp2,5 miliar itu dan pemakaiannya hingga saldo akhir berjumlah Rp85 ribu.
Sebab, Chaerulli menggunakan Kartu Tanda Pengenal (KTP) WD untuk dijadikan persyaratan membuka rekening di salah satu Bank Syariah di Bandung. Menurut keterangan WD, buku tabungan dan ATM itu dipegang oleh Chaerulli.
"Buku tabungan dan ATM-nya itu dibawa oleh suaminya, CH," pungkasnya.
(Rizka Diputra)