NIAMEY - Pemerintah Niger telah mengekstradisi Abdallah Mansour, mantan pejabat intelijen era Presiden Moammar Khadafi ke Libya atas tuduhan berkomplot melawan pemerintah di Tripoli.
Mansour adalah salah satu dari sejumlah anggota senior rezim Khadafi, termasuk putra Khadafi yang diktator, Saadi, yang melarikan diri ke negara tetangga Niger pada 2011 karena pemberontak menguasai negara Afrika Utara yang kaya minyak.
Melansir BBC, Sabtu (15/2/2014), namun demikian Pemerintah Niger telah menolak panggilan Libya untuk mengekstradisi Saadi.
"Mansour diekstradisi kemarin ke Tripoli. Ia ditangkap dan diinterogasi oleh pasukan gendarmerie sebagai bagian dari penyelidikan apakah dia berkomplot melawan pemerintah di Tripoli," kata seorang pejabat militer, yang tak ingin disebutkan namanya.
Perdana Menteri (PM) Libya Ali Zeidan mengatakan pemerintah dan keamanan terkendali, sehingga menolak pernyataan pejabat senior angkatan darat yang menyerukan parlemen dibekukan dan angkatan bersenjata dikerahkan untuk "menyelamatkan" negara.
Sumber militer kedua di Niger, -yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya-, mengatakan pihak berwenang di Libya telah menemukan bukti Mansour sedang merencanakan "tindakan subversif" di Libya.
Hampir tiga tahun setelah jatuhnya Khadafi, Pemerintah Libya masih dinilai rapuh. Pemerintah Libya belum merancang konstitusi baru dan angkatan bersenjatanya tidak dapat memaksakan otoritas mereka pada brigade mantan pejuang revolusioner yang menolak untuk melucuti senjata.