TRIPOLI – Kantor Partai Islam Libya mendapat serangan bom. Bom tersebut dilempar dari mobil ke gedung partai yang terletak di timur Benghazi.
Kejadian ini terjadi sepekan setelah ditembaknya politisi kritis anti-Ikhawanul Muslimin Libya Abdel-Salam al Mosmary, saat meninggalkan mesjid daerah Bengazhi. Peristiwa ini memicu demonstrasi berujung kekerasan di Tripoli dan Benghazi.
Pemboman terjadi juga di kantor Kementerian Kehakiman di Benghazi. Aksi ini menindaklanjuti kericuhan antara kelompok bersenjata dan militer Libya.
Menurut juru bicara operasi keamanan Libya Mohammad al-Hijazy, satu orang tewas dalam kericuhan itu. Setelah pengeboman, pertempuran terjadi di barat Distrik Gwesha, Bengazhi yang menyebabkan 43 orang terluka.
Menurut laporan dari AFP, Selasa (30/7/2013) serangan bom mobil juga melukai komandan Angkatan Laut Libya. Al-Hijazy memaparkan percobaan pembunuhan ini disebakan adanya bom yang melekat pada mobil.
Senin 29 Juli kelompok tak dikenal juga menyerang kantor Partai Al-Watan yang dipimpin oleh mantan pimpinan milisi Abdel-Hakim Belhadj. “Mereka menembaki pintu, membuka kaca dan melemparkan Molotov ini penyerangan serius tetapi tidak ada yang terluka,” ujar Kepala Kantor Partai Al-Watan, Jamal Ashour.
Kekerasan dan pelanggaran hukum yang dilakukan pihak pemberontak seperti menjadi hal lumrah di Libya setelah dilengserkannya presiden Moamar Ghadafi 2011 lalu. Hingga saat ini, tanggungjawab keamanan belum sepenuhnya dipegang oleh pihak berwenang, melainkan pihak milisi.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.