NEW YORK - Komite Pengawas Sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, putra dan putri mantan pemimpin Libya Moammar Khadafi diduga melanggar sanksi PBB. Pelanggaran yang dimaksud adalah anak-anak Khadafi pindah dari Aljazair ke Oman.
Seperti dilansir Associated Press, Rabu (19/6/2013), Duta Besar Rwanda untuk PBB Eugene Richard Gasana yang memimpin komite sanksi ini mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pihak Aljazair mengkonfirmasi kepindahan Mohammed Khadafi dan Aisha Khadafi ke Oman.
Tidak hanya Mohammed dan Aisha, beberapa anggota keluarga Khadafi lainnya juga pindah ke Oman. Sebelumnya diberitakan, Aisha Khadafi pindah ke Oman karena dirinya memicu kebakaran di Istana Presiden Aljazair.
Sejak 2011 lalu, Mohammed dan Aisha tidak bisa lagi menikmati kekayaan keluarganya karena harta mereka dibekukan. Selain itu, keduanya juga dilarang untuk bepergian, setelah Moammar Khadafi lengser dan tewas pada 2011 lalu.
Gasana pun memerintahkan panel ahli untuk menyelidikan perjalanan anak-anak Khadafi ini. PBB sendiri tidak memberikan izin kepada keduanya untuk melakukan perjalanan.
Menurut kabar Aisha Khadafi, bersama ibunya Safia Farkas dan putrinya yang juga bernama Safia diyakini berada dalam perlindungan Pemerintah Oman sejak Oktober 2012. Mereka diberikan suaka atas dasar kemanusiaan.
Aisha yang berprofesi sebagai pengacara, adalah anak kelima dari Moammar Khadafi. Suaminya Ahmed al-Khadafi Al-Qahsi adalah seorang perwira kolonel di Libya yang tewas dalam sebuah pengeboman yang mengakhiri kekuasaan Khadafi.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.