YOGYAKARTA - Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan baru membuka kunjungan wisatawan hari ini, pasca-diguyur abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud sejak lima hari lalu, Jumat 14 Februari.
Meski demikian, pengunjung belum diizinkan masuk pada zona I atau area Candi Prambanan karena masih dalam proses pembersihan dari abu vulkanik. Karena itu, pengelola taman wisata candi memberi potongan harga hingga 66 persen.
"Kita turunkan harga tiket masuk karena masih ada pembersihan. Misalnya hari biasa tiket masuk sebesar Rp30 ribu, mulai hari ini menjadi Rp20 ribu atau sekira 33%," kata Kepala Taman Wisata Candi Prambanan, Prio Santoso, kepada wartawan, Rabu (19/2/2014).
Penurunan tiket masuk itu juga berlaku bagi pengunjung yang masih anak-anak di bawah enam tahun maupun bagi wisatawan mancanegara. Untuk anak-anak cukup membayar Rp9.000, sedangkan bagi wisatawan mancanegara dewasa USD12 dan anak-anak USD6.
Pengelola juga belum memastikan sampai kapan harga tiket itu akan dikembalikan seperti sedia kala. "Kalau Zona satu itu yang mengelola BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) DIY, sehingga yang memiliki otoritas boleh dibuka atau tidak itu dari cagar budaya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan BPCB DIY, Wahyu Astuti, memprediksi butuh waktu dua bulan ke depan untuk membersihkan abu vulkani di area Candi Prambanan. Dia juga berharap sebelum waktu itu sudah bersih dan segera dipergunakan untuk kunjungan wisata.
"Ya kita tunggu saja, semoga tidak sampai dua bulan sudah selesai. Tadi malam juga hujan, semoga cepat bersih," imbuh Prio.
Pantauan Okezone, puluhan petugas kebersihan masih berada di zona I untuk membersihkan Candi Prambanan. Puluhan karung plastik sudah terisi abu vulkanik yang menggumpal.
Terdapat papan pengumuman bertuliskan 'Batas Pengunjung Candi' atau tertulis 'Visitor Line'. Ada dua petugas keamanan yang standby melarang pengunjung untuk masuk area tersebut.
Meski demkian, ada beberapa pengunjung yang meminta izin agar berada di belakang batas tersebut untuk mengabadikan dengan kamera yang dimilikinya. "Sebentar saja ya pak, hanya ngambil foto di sini," ujar pengunjung perempuan yang mengenakan masker di mulut.
(Kemas Irawan Nurrachman)