Keluarga Sulit Temui PRT yang Disekap Istri Jenderal

Yudhi Maulana, Jurnalis
Rabu 26 Februari 2014 09:42 WIB
Agus Lewier ayah dan suami pembantu korban penyekapan istri jenderal (Foto: Yudhi/Okezone)
Share :

BOGOR - Sia-sia sudah usaha Agus Lewier (60), ayah dari korban penyekapan pembantu rumah tangga (PRT), Yuliana dan suami dari Marlinda. Dia jauh-jauh terbang dari Doka Barat, Kepulauan Aru Selatan, Maluku untuk bertemu anak dan istrinya.
 
Sekira pukul 17.00 WIB, kemarin Agus ditemani anggota lembaga bantuan hukum (LBH) Keadilan Bogor Raya (KBR) mendatangi kediaman tersangka penyekapan PRT, MS di Perumahan Bogor Baru, Jalan Danau Mantana Kelurahan Tegal Lega Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Dari balik pagar tinggi yang selalu tertutup, Agus berkali-kali memanggil penghuni rumah untuk keluar. Memencet bel dan menggedor-gedor juga dia lakukan agar penghuni rumah keluar.
 
Sayangnya, tak satu pun penghuni rumah yang menunjukkan batang hidungnya. Dia pun kecewa karena tidak bisa menemui istrinya dan anaknya. "Saya terbang dari Aru dan tiba di Jakarta tadi pagi. Saya ingin jemput isteri dan anak saya pulang kerumah," ujar Agus dengan nada kecewa. Dia merasa sedih lantaran keluarganya tersangkut masalah ini.
 
Sambil menunjukkan foto istri dan anaknya, Agus bercerita bahwa dirinya tidak mengetahui bila istri dan anaknya pergi ke Jakarta. Awalnya, dia hanya mengetahui istri dan anaknya bekerja di Lampung sebagai buruh perkebunan kelapa sawit.
 
"Katanya di sana (Lampung) gajinya enggak benar makanya mereka mau pulang," tuturnya. Namun, kata dia, istri dan anaknya malah pergi ke Jakarta. Sejak saat itu dia kehilangan kontak dengan istrinya dan anaknya.
 
Suatu hari, dia mendapat kabar dari anaknya bahwa dia kerja di Bogor. Dia kaget lantaran anaknya mengirim pesan singkat yaang berisi suruhan untuk membantu mengeluarkan dirinya dari rumah MS.
 
"Dia (Yuliana) SMS saya bilang kalau papa sayang saya suruh orang datang jemput saya," ungkapnya. Atas permintaan Yuliana, dia meminta bantuan sepupunya yang tinggal di Bogor, Jemy Kumbela Lumba untuk menjemput anaknya.
 
Selain mengirim SMS, dia juga sempat berbicara lewat telepon genggam namun tidak boleh sampai terdengar sang majikan. "Anak saya dilarang bicara kuat-kuat (dengan suara keras) soalnya takut ditampar," bebernya.
 
Hingga kini Agus belum bisa menemui isteri dan anaknya. Dia berharap agar bisa bertemu dan bisa membawa pulang isteri dan anaknya ke kampung halaman.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya