Demonstran Hong Kong Tolak Jajak Pendapat

Ferry Ardiansyah, Jurnalis
Senin 27 Oktober 2014 16:03 WIB
Demonstran Hong Kong Tolak Jajak Pendapat (Foto : The Telegraph)
Share :

HONG KONG – Pemimpin demonstran pro Demokrasi Hong Kong membatalkan ikut serta dalam jajak pendapat yang digelar minggu kemarin. Aksi ini diambil beberapa jam sebelum jajak pendapat dimulai.

Pemimpin demonstran meminta pemungutan suara ditunda. Hal ini disebabkan masalah format pemungutan suara.

Jajak pendapat sedianya akan digelar secara elektronik dan akan menggunaka hak pilihnya dalam dua hari yaitu hari minggu dan Senin ini. Pemilih akan menggunakan Hand Phone (HP) mereka untuk menentukan pendapatnya.

Namun para pemimpin menolaknya, menurut mereka hanya nomor hp yang ikut demonstrasi boleh ikut jajak pendapat. Meski demikian, pihak panitia ingin semua nomor hp warga Hong Kong yang sudah dewasa boleh ikut.

Para demonstran menilai dengan panitia ini akan banyak “nomor siluman”yang akan ikut jajak pendapat, namun pihak panitia tidak mau menuruti kemauan demonstran.

“Kami memutuskan untuk menunda jajak pendapat ini, namun itu tidak berarti pergerakan kita selesai,”ujar Benny Tai seorang aktivis.

Ketua demonstran mengungkapkan alasan menolak jajak pendapat. “Jajak pendapat ini masih banyak masalah, dan masih banyak perbedaan pandangan dengan pemerintah, “ kata Alex Chow ketua demonstran, seperti dilansir The Telegraph, Senin (27/10/2014).

Jajak pendapat sedianya akan memilih apakah warga Hong Kong menerima atau menolak proposal dari Pemerintah. Pemerintah mengajukan proposal yang isinya dalam pemilu tahun 2017 nanti, warga Hong Kong akan memilih 1.200 anggota komite yang akan memilih calon pemimpin Hong Kong, setelah terpilih calon pemimpin ini akan disetujui oleh Pemerintah China di Beijing.

Dengan aksi penolakan dari demonstran ini, dikhawatirkan demonstrasi akan terus berlangsung di kota Hong Kong.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya