nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Warga Hong Kong Hadiri Misa Penghormatan Mahasiswa yang Tewas

Agregasi VOA, · Senin 16 Desember 2019 03:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 16 18 2142241 ribuan-warga-hong-kong-hadiri-misa-penghormatan-mahasiswa-yang-tewas-AajU3tJO6U.jpg Massa pendemo memperingati Hari HAM di Causeway Bay, Hong Kong (Reuters)

RIBUAN warga kota Hong Kong, Kamis 12 Desember 2019, membentuk barisan panjang untuk menghadiri upacara misa penghormatan bagi seorang mahasiswa, yang kematiannya telah memicu bentrokan paling keras dalam demonstrasi pro-demokrasi yang berlangsung enam bulan ini.

Alex Chow, usia 22 tahun, meninggal dunia bulan lalu karena cedera kepala yang dideritanya saat jatuh di tempat parkir. Saat itu sedang terjadi bentrokan antara demonstran dan polisi.

Meskipun rangkaian peristiwa yang mengarah pada kecelakaan fatal itu belum jelas dan masih diperdebatkan, para demonstran menjadikan kebrutalan polisi sebagai sasaran gerakan demonstrasi mereka.

Tiga hari setelah kematian Chow, polisi menembak seorang demonstran tidak bersenjata yang berusia 21 tahun, di bagian perut. Hal tersebut kembali memicu kerusuhan politik selama beberapa hari, yang mencapai puncaknya dengan pertempuran sengit di kampus-kampus.

Tiga minggu terakhir ini sudah jarang terjadi aksi kekerasan dan vandalisme setelah partai-partai pro-demokrasi menang telak dalam pemilu dewan lokal. Tetapi China dan pemimpin Hong Kong Carrie Lam tidak menunjukkan tanda-tanda mereka bersedia membuat konsesi lebih jauh, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya bentrokan lagi.Hongkong

Bentrokan mahasiswa dengan polisi di Hong Kong (Reuters)

Emosi memuncak di luar lokasi persemayaman Chow, Kamis ketika orang antre hingga beberapa jam. “Ada begitu banyak elemen mencurigakan dan saya berharap ia akhirnya dapat beristirahat dengan tenang ketika kebenaran terungkap,” ujar Joe Cheung, seorang mahasiswa berusia 18 tahun, kepada AFP.

Media tidak diizinkan memasuki lokasi acara itu. Tetapi seorang guru yang datang bersama putranya, mengatakan bagian dalam tempat itu dihiasi bunga berwarna putih dan foto-foto Chow.

Di atas foto utama, ada spanduk dengan karakter Tiongkok yang bertuliskan “beristirahatlah dalam pelukan Tuhan,” ujarnya. “Hal itu sederhana dan membuat Anda merasa tenang dan damai,” tambahnya.

Bintang musik pop Kanton Denise Ho, yang musiknya dilarang di Tiongkok Daratan, dan mantan kardinal Katholik Joseph Zen, adalah sebagian tokoh penting pendukung gerakan demokrasi yang hadir.

Polisi telah berulangkali membantah tuduhan melakukan kesalahan dalam kaitannya dengan kematian Chow, dengan mengatakan petugas tidak berada di dekat tempat itu ketika ia jatuh.

Aksi demonstrasi telah mengguncang Hong Kong selama lebih dari enam bulan, di mana lebih dari dua juta orang telah turun ke jalan-jalan.

Awalnya aksi demonstrasi ini menentang RUU ekstradisi, yang kini telah dicabut. Akhir-akhir ini, salah satu tuntutan utama demonstran –selain pemilu yang sepenuhnya bebas– adalah penyelidikan terhadap polisi yang terlibat aksi kekerasan dengan aktivis-aktivis berpakaian serba hitam, dan kini dibenci oleh warga yang sudah sangat terpolarisasi itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini