Warga Hong Kong Gelar Aksi Damai Peringati Gerakan Payung Kuning

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 29 September 2017 02:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 18 1785197 warga-hong-kong-gelar-aksi-damai-peringati-gerakan-payung-kuning-tHxLGPTIDc.JPG Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di lokasi yang sama dengan demonstrasi 2014 sambil memegang payung kuning (Foto: Venus Wu/Reuters)

HONG KONG – Gerakan Payung Kuning pada akhir September 2014 begitu membekas di hati warga Hong Kong. Tidak heran, ratusan orang berkumpul di depan kantor Pemerintah Wilayah Otonomi Hong Kong dengan tuntutan demokrasi penuh serta menentang pengekangan kebebasan sipil oleh China.

BACA JUGA: Payung Jadi "Senjata" Pendemo Hong Kong 

Sambil memegang payung kuning sebagai pengingat, para pengunjuk rasa juga berkumpul di lokasi yang sama di mana polisi menembakkan gas air mata tiga tahun lalu. Para pemimpin unjuk rasa pada 2014 saat ini ada yang dipenjara atau juga yang sedang menghadapi persidangan.

“Kita perlu menyesuaikan mentalitas kita. Kami tidak takut. Jika Anda ingin kami dipenjara, lakukan!” tantang pengunjuk rasa bernama Benny Tai, mengutip dari Reuters, Jumat (29/9/2017). Pria yang berprofesi sebagai profesor hukum di University of Hong Kong juga adalah salah satu tokoh unjuk rasa 2014.

BACA JUGA: Warga Hong Kong Unjuk Rasa Menuntut Pembebasan Aktivis Pro-Kemerdekaan

Tokoh utama dari Gerakan Payung Kuning itu, Joshua Wong, saat ini sedang dipenjara karena dinilai terlibat dalam perkumpulan yang tidak sah. Meski demikian, ia tetap mampu menulis kolom untuk The Guardian edisi Kamis 28 September. Pria berkacamata itu mengklaim Hong Kong saat ini semakin dikekang dengan perkiraan 100 orang aktivis yang sedang menunggu proses hukum.

“Karena Hong Kong mulai masuk ke era otoriter, memperjuangkan hak asasi manusia berarti sebuah risiko menjadi tahanan politik. Ini seperti sebuah hal normal yang baru. Seseorang tidak bisa menutup mata dan berkata pada diri sendiri bahwa Hong Kong masih sama seperti dulu,” tulis Joshua Wong.

BACA JUGA: Joshua Wong, Aktivis Hong Kong yang Tak Kenal Lelah Suarakan Pro-Demokrasi 

Protes pada 2014 di Hong Kong dianggap sebagai salah satu gerakan rakyat paling kuat kepada Partai Komunis China sejak demonstrasi di Alun-Alun Tiananmen pada 1989. Semakin terkekangnya kebebasan sipil menjadi pemicu demonstrasi Gerakan Payung Kuning pada 2014 yang dimotori oleh sekelompok anak muda.

Sebagaimana diketahui, Hong Kong dikembalikan kepada China oleh Inggris pada 1997. Hong Kong diberikan status otonomi khusus dengan format ‘Satu Negara, Dua Sistem’ yang dijanjikan Beijing akan berlaku selama 50 tahun terhitung sejak penyerahan kembali dari tangan Inggris.

BACA JUGA: Lantik Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Presiden China Beri Peringatan Keras 

Akan tetapi, cengkeraman China justru semakin menjadi-jadi dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, ada tudingan Pemerintah Pusat di Beijing turut bermain dalam pemilihan Pemimpin Eksekutif Hong Kong pada Maret 2017. Warga khawatir China tidak memenuhi komitmen sekaligus takut setelah 50 tahun kelak, Hong Kong justru dikendalikan penuh oleh pusat.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini